Kenapa Bibir Tetap Pecah-Pecah Walau Sudah Pakai Pelembap
Bibir pecah-pecah dan terasa kering, kadang sampai berdarah kalau dipaksa tersenyum. Sudah pakai pelembap bibir, dioles berkali-kali, tetap saja kering dan mengelupas.
Kenapa ini terjadi
Bibir itu memang secara anatomi berbeda dari kulit wajah, dan itu menjelaskan kenapa dia begitu mudah kering. Lapisan terluarnya hanya 3 sampai 5 lapis sel, sedangkan kulit wajah sekitar 16 lapis. Lebih dari itu, bibir tidak punya kelenjar minyak maupun kelenjar keringat. Artinya dia tidak bisa memproduksi minyak pelindung sendiri, sehingga tidak punya mekanisme alami untuk menahan kelembapan seperti bagian kulit lain. Jadi bibir memang bergantung sepenuhnya pada perlindungan dari luar. Dan ada satu kebiasaan yang justru memperburuk semuanya: menjilat bibir. Air liur mengandung enzim pencernaan yang merusak lapisan pelindung bibir. Waktu lapisan itu rusak, kelembapannya justru berkurang dan bibir jadi lebih rentan terhadap iritan, yang berujung pada bibir kering, pecah-pecah, berdarah, dan mengelupas. Jadi menjilat bukan meredakan, tapi menjalankan siklusnya. Lalu kenapa mengoles pelembap berkali-kali tidak menyelesaikan? Karena yang dibutuhkan bibir bukan air, tapi lapisan yang menahan air. Pelembap bibir bekerja dengan membentuk lapisan penolak air di permukaan yang menghambat penguapan. Kalau dioles tipis lalu hilang karena kebiasaan menjilat atau mengelap, lapisannya hilang dan bibir kembali terbuka.
- Bibir mudah kering karena kulit bibir secara anatomis berbeda dari kulit wajah: lapisan terluarnya hanya 3-5 lapis sel, sedangkan kulit wajah sekitar 16 lapis. Bibir juga tidak memiliki kelenjar minyak maupun kelenjar keringat, sehingga tidak bisa memproduksi minyak pelindung sendiri dan lebih cepat kehilangan kelembapan. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Kebiasaan menjilat bibir justru memperburuk kekeringan: enzim pencernaan di dalam air liur merusak lapisan pelindung bibir sehingga kelembapan berkurang dan bibir makin rentan terhadap iritan, memicu kering, pecah-pecah, berdarah, dan mengelupas. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Pelembap bibir berbasis minyak atau lilin bekerja dengan membentuk lapisan penolak air di permukaan bibir yang menghambat penguapan air melalui kulit. Jenis pelembap lain mengisi celah antar sel untuk menghaluskan dan melenturkan bibir. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Berhenti menjilat bibir. Ini yang paling menentukan, karena tiap kali menjilat, enzim di air liur merusak lapisan pelindung bibir. Rp 0
- 2Kalau terasa kering, oles pelembap, jangan dijilat. Kebiasaan mengoles jauh lebih menolong daripada menahan diri tanpa apa pun. Rp 0
- 3Jangan mengelupas kulit bibir yang mengelupas dengan tangan. Menariknya hanya membuka luka baru dan memundurkan prosesnya. Rp 0
- 4Oles cukup tebal sebelum tidur. Saat tidur tidak ada kebiasaan menjilat dan tidak ada paparan yang mengeringkan. Rp 0
- 5Minum cukup air. Bibir kering sering bersamaan dengan kurangnya cairan tubuh. Rp 0
- 6Lindungi bibir saat di luar ruangan, terutama saat berangin atau dingin. Air liur dan angin sama-sama mengeringkan. Rp 0
Cara supaya tidak terulang
Berhenti menjilat bibir - ini yang paling menentukan, karena setiap kali menjilat, enzim di air liur merusak lapisan pelindungnya. Kalau terasa kering, oles pelembap, jangan dijilat. Oleskan cukup tebal pada malam hari sebelum tidur, karena saat tidur tidak ada kebiasaan menjilat dan tidak ada paparan yang mengeringkan. Pilih pelembap bibir berbasis minyak atau lilin, karena yang dibutuhkan lapisan penolak air, bukan yang mengandung air. Dan minum cukup, karena bibir kering juga sering bersamaan dengan kurangnya cairan tubuh. Kalau bibir pecah-pecahnya tidak membaik setelah berminggu-minggu, itu perlu diperiksa tenaga kesehatan karena bisa jadi tanda kondisi lain.
Pertanyaan yang sering muncul
- Kenapa bibir lebih mudah kering daripada kulit wajah?
- Karena bibir secara anatomi berbeda. Lapisan terluarnya hanya 3 sampai 5 lapis sel, sedangkan kulit wajah sekitar 16 lapis. Bibir juga tidak punya kelenjar minyak maupun kelenjar keringat, jadi tidak bisa memproduksi minyak pelindung sendiri.
- Kenapa menjilat bibir justru bikin makin kering?
- Karena air liur mengandung enzim pencernaan yang merusak lapisan pelindung bibir. Waktu lapisan itu rusak, kelembapannya berkurang dan bibir jadi lebih rentan terhadap iritan - berujung pada kering, pecah-pecah, dan mengelupas.
- Berapa sering harus dioles?
- Sesering yang dibutuhkan, terutama setiap kali terasa kering. Yang lebih penting, oles cukup tebal sebelum tidur, karena saat tidur tidak ada kebiasaan menjilat yang merusak lapisannya.
- Kapan perlu ke dokter?
- Kalau bibir pecah-pecah tidak membaik setelah berminggu-minggu, atau ada luka yang tidak menutup. Kondisi seperti itu bisa jadi tanda hal lain yang perlu diperiksa, bukan sekadar kering biasa.