Ketik saja pakai bahasa sehari-hari
Bodi mobil kelihatan kusam dan penuh garis halus, apalagi kalau kena sinar matahari. Sudah dicuci, sudah diwax, tetap saja ada. Padahal mobilnya jarang keluar dan selalu diparkir di garasi.
Jok motor jadi keras, warnanya pudar, dan mulai ada retak halus. Padahal motornya baru setahun dan selalu diparkir di tempat terbuka. Teman yang motornya sama tapi sering di garasi, joknya masih bagus.
Minyak seafood nempel di wajan, sabun cuci piring biasa cuma muter-muter doang. Sebel kan?
Kompor habis masak besar itu lengket banget. Dilap pakai sabun tetap aja kesat, minyaknya malah pindah ke tangan.
Tinggal di rumah yang kompornya cuma satu, atau anak kos yang dapurnya dipakai bergantian, pasti tahu rasanya. Lapar, tapi kompor sedang dipakai orang. Mau masak mie instan saja harus ikut mengantre, ujungnya beli di luar lagi atau tahan lapar.
Botol minum yang dipakai tiap hari itu, kalau dicuci cuma dikasih air dan dikocok, bagian dasarnya tetap licin. Gelas tinggi juga sama, tangan tidak bisa masuk, spons tidak sampai. Kadang terasa masih bau walau sudah dibilas berkali-kali.
Pantat panci atau wajan yang hitamnya menumpuk bertahun-tahun itu bikin sebel. Disikat pakai sabun tetap saja tidak hilang. Kadang yang hilang justru lapisan pancinya, jadi lecet dan tambah susah dibersihkan berikutnya.
Mencuci beras itu selalu berantakan. Airnya tumpah ke meja, berasnya ikut hanyut ke wastafel. Belum lagi airnya berbusa dan meluap ke mana-mana, jadi harus bolak-balik mengelap.
Habis cuci sayur, airnya netes ke mana-mana. Harus menyiapkan banyak baskom dan talenan cuma buat meniris. Dan sayurnya tetap saja cepat berlendir walau sudah disimpan di kulkas.
Mangkok keramik dan kaca itu berat, dan begitu jatuh langsung pecah. Anak-anak sering menjatuhkannya, jadi belinya terus-terusan. Belum lagi serpihannya bikin khawatir kalau ada yang tidak tersapu bersih.
Tisu dapur sekali pakai itu boros. Cuma buat mengelap minyak di sekitar kompor, sehari bisa habis banyak, dan sampahnya menumpuk. Tapi kalau pakai lap kain, lapnya jadi berminyak dan bingung membuangnya ke mana.
Wastafel selalu penuh. Habis makan langsung ditumpuk di wastafel karena tidak ada tempat lain, dan ujungnya baru dicuci besok pagi. Kadang masih lembap dan mulai berbau.
Sudah coba lima merek sampo anti ketombe, ganti-ganti terus, tapi begitu berhenti pakai, ketombe balik lagi. Rambut jadi kering, kulit kepala gatal, dan serpihannya tetap kelihatan di baju hitam.
Jerawat muncul di area yang sama terus, padahal skincare-nya tidak berubah dan makanannya juga tidak. Sudah ganti produk, tetap saja. Yang tidak pernah kepikiran: kuas dan spons makeup yang dipakai tiap hari.
Selesai mandi, kulit terasa kencang dan kering. Lama-lama jadi kusam dan bersisik, terutama di kaki dan tangan. Sudah pakai sabun yang lembut, tetap saja.
Pagi makeup-nya rapi, siang sudah luntur dan warnanya pudar. Blush-nya hilang, warnanya berubah, dan di foto jadi tidak kelihatan. Padahal produknya tidak murah.
Bibir pecah-pecah dan terasa kering, kadang sampai berdarah kalau dipaksa tersenyum. Sudah pakai pelembap bibir, dioles berkali-kali, tetap saja kering dan mengelupas.
Foundation dan blush tidak menempel rata. Ada bagian yang kelihatan belang, ada yang menumpuk di pori-pori. Padahal produknya sudah bagus dan caranya juga sama seperti di tutorial.
Pagi sudah cuci muka, tapi siang wajah sudah berminyak lagi dan kelihatan kusam. Makin sering cuci muka, malah makin cepat berminyaknya. Di foto jadi tidak segar.
Sudah pakai tabir surya, tapi kulit tetap memerah dan perih setelah seharian di luar. Malah pernah sampai mengelupas. Padahal sudah beli yang SPF-nya tinggi.