Kenapa Baju Masih Bau Apek Walau Sudah Dicuci
Baju yang baru selesai dicuci tetap bau apek, apalagi kalau kena keringat. Sudah tambah deterjen, sudah pakai pewangi, tetap saja baunya balik begitu dipakai sebentar.
Kenapa ini terjadi
Bau apek itu bukan sisa kotoran yang belum terangkat. Penyebab utamanya mikroba. Pada penelitian yang diterbitkan Applied and Environmental Microbiology, bau apek pada pakaian yang sudah dicuci dihasilkan bakteri Moraxella osloensis, yang memproduksi senyawa berbau pada kain. Yang penting, bakteri ini sangat tahan terhadap pengeringan dan sinar ultraviolet - artinya menjemur dan mengeringkan saja tidak cukup untuk menghilangkannya. Lalu kenapa mencuci tidak menyelesaikannya? Karena pencucian rumah tangga bersuhu rendah tanpa pemutih tidak menurunkan jumlah mikrobanya, melainkan hanya mengubah komposisi mikroba yang ada di kain. Pada penelitian yang diterbitkan BMC Biology, mikroba asal mesin cuci menggantikan mikroba asal kulit. Jadi bukan bersih, tapi bertukar penghuni. Kalau begitu dilakukan berulang, mikroba yang menumpuk di kain inilah yang membentuk bau yang tetap tercium bahkan pada baju yang baru selesai dicuci. Dan mesin cucinya ikut jadi sumber masalah: bagian yang lembap dan menahan air, seperti karet pintu dan laci deterjen, memberi suplai nutrisi serta kondisi yang pas untuk mikroba berkembang biak, lalu menularkannya ke cucian berikutnya.
- Penyebab utama bau apek pada pakaian yang sudah dicuci adalah bakteri Moraxella osloensis, yang menghasilkan senyawa berbau 4-methyl-3-hexenoic acid pada kain. Bakteri ini sangat tahan terhadap pengeringan dan sinar ultraviolet sehingga sulit dihilangkan. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Bau apek menetap walau pakaian sudah dicuci karena siklus cuci rumah tangga bersuhu rendah tanpa pemutih tidak menurunkan beban mikroba pada kain, melainkan hanya menggeser komposisi komunitas mikrobanya. Penumpukan berulang inilah yang membentuk bau yang tetap tercium bahkan pada pakaian yang baru selesai dicuci. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Kelembapan dan biofilm di dalam mesin cuci memperparah masalah: bagian yang lembap dan menahan air, seperti karet pintu dan laci deterjen, menyediakan suplai nutrisi serta kondisi ideal bagi mikroorganisme penyebab bau untuk berkembang biak dan menularkannya ke pakaian pada pencucian berikutnya. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Keluarkan cucian dari mesin segera setelah selesai. Cucian basah yang menginap memberi waktu mikroba berkembang. Rp 0
- 2Buka pintu mesin dan laci deterjen setelah dipakai. Bagian yang lembap dan menahan air jadi tempat berkembangnya mikroba. Rp 0
- 3Jangan mengisi mesin terlalu penuh. Cucian yang padat membuat air dan deterjen tidak bergerak merata, jadi sisa kotoran tertinggal. Rp 0
- 4Jangan menambah deterjen melebihi takaran. Residu deterjen di kain menyimpan kelembapan yang disukai mikroba. Rp 0
- 5Sesekali jalankan siklus air panas tanpa cucian untuk membersihkan bagian dalam mesinnya. Rp 0
- 6Untuk baju yang sering kena keringat, jangan ditumpuk di keranjang basah. Keringkan dulu sebelum masuk keranjang cucian. Rp 0
Rp 32.200
Lihat di Shopee →Cara supaya tidak terulang
Kalau sumbernya mikroba, maka yang perlu dijaga bukan wanginya, tapi jangan sampai mereka berkembang. Jangan biarkan cucian basah menginap di dalam mesin - keluarkan segera setelah selesai. Buka pintu mesin dan laci deterjen setelah dipakai supaya bagian dalamnya kering, karena bagian lembap itulah yang jadi tempat berkembang biak. Jangan mengisi mesin terlalu penuh, karena cucian yang padat membuat air dan deterjen tidak bisa bergerak merata. Dan sesekali jalankan siklus air panas tanpa cucian, khusus untuk membersihkan bagian dalam mesinnya.
Pertanyaan yang sering muncul
- Kenapa baju yang baru dicuci masih bau?
- Karena pencucian rumah tangga bersuhu rendah tanpa pemutih tidak menurunkan jumlah mikroba di kain, hanya mengubah komposisinya. Kalau dilakukan berulang, mikroba yang menumpuk itulah yang membentuk bau yang tetap tercium.
- Kalau dijemur di matahari, apakah hilang?
- Tidak selalu. Bakteri penyebab bau apek justru tahan terhadap pengeringan dan sinar ultraviolet. Jadi menjemur membantu mengeringkan, tapi tidak menjamin baunya hilang.
- Menambah deterjen apakah menyelesaikan?
- Sering justru memperburuk. Deterjen berlebih meninggalkan residu di kain, dan residu itu menyimpan kelembapan yang disukai mikroba.
- Kenapa bajunya bau lagi begitu dipakai?
- Karena mikroba yang tersisa di kain aktif lagi begitu terkena kelembapan dari keringat. Itu sebabnya baunya muncul cepat, padahal baru sebentar dipakai.