Kenapa Wajah Cepat Berminyak dan Terlihat Kusam di Siang Hari
Pagi sudah cuci muka, tapi siang wajah sudah berminyak lagi dan kelihatan kusam. Makin sering cuci muka, malah makin cepat berminyaknya. Di foto jadi tidak segar.
Kenapa ini terjadi
Kelenjar minyak di wajah tersusun dari sel yang disebut sebosit, dan cara bekerjanya unik: sel itu hancur dan melepaskan minyaknya. Minyak yang keluar itu isinya skualena, wax ester, trigliserida, asam lemak bebas, ester kolesterol, dan sterol bebas. Jadi minyak wajah itu campuran, bukan satu zat. Lalu apa yang menggerakkannya? Yang paling menentukan hormon androgen. Androgen mengikat reseptornya di dalam sel kelenjar, lalu menaikkan pembelahan sel dan pembentukan lipidnya. Jadi aktivitas androgen yang tinggi membuat kelenjarnya memproduksi lebih banyak minyak. Ini juga sebabnya produksi minyak berubah-ubah di fase hidup tertentu, dan bukan sekadar soal salah produk. Suhu juga berpengaruh langsung. Naiknya suhu permukaan kulit menambah aktivitas metabolik kelenjar minyak dan menurunkan kekentalan minyak itu, sehingga lebih mudah keluar ke permukaan. Itu menjelaskan kenapa wajah terasa lebih berminyak di cuaca panas. Dan soal kusam, ada penjelasan yang tidak banyak diketahui: skualena, komponen utama minyak wajah, mudah teroksidasi di permukaan kulit. Produk oksidasinya menumpuk dan dikaitkan dengan hiperpigmentasi, kerutan, serta jerawat inflamasi. Selain itu, wajah tampak kusam bukan cuma soal warna, tapi soal cahaya: kulit tampak kusam ketika tembus cahayanya menurun karena lapisan terluar menebal, dan permukaan yang tidak rata membayangi serta menyebarkan cahaya. Nah, di sinilah lingkaran yang perlu kamu tahu. Mencuci muka secara berlebihan merusak lapisan pelindung kulit dan memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi. Jadi makin sering kamu cuci, makin cepat berminyaknya.
- Kelenjar minyak di wajah tersusun dari sel bernama sebosit. Sel ini hancur dan melepaskan sebum, yaitu cairan kental berisi skualena, wax ester, trigliserida, asam lemak bebas, ester kolesterol, dan sterol bebas. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Produksi minyak berlebih digerakkan terutama oleh hormon androgen: androgen mengikat reseptornya di dalam sebosit lalu menaikkan pembelahan sel dan pembentukan lipid, sehingga aktivitas androgen yang tinggi membuat kelenjar memproduksi lebih banyak sebum. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Cuaca panas membuat wajah lebih cepat berminyak: naiknya suhu permukaan kulit menambah aktivitas metabolik kelenjar sebum dan menurunkan kekentalan sebum, sehingga minyak lebih mudah keluar ke permukaan kulit. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Komponen utama sebum, skualena, mudah teroksidasi di permukaan kulit. Produk oksidasinya menumpuk di kulit dan dikaitkan dengan hiperpigmentasi, kerutan, dan jerawat inflamasi - salah satu alasan kulit berminyak bisa tampak kusam. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Wajah tampak kusam bukan hanya soal warna pigmen, melainkan hasil interaksi warna kulit, sifat optik, dan mikrotopografi permukaan kulit: kulit tampak kusam ketika tembus cahayanya menurun akibat lapisan terluar menebal dan permukaan yang tidak rata membayangi serta menyebarkan cahaya. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Cuci muka cukup dua kali sehari, pagi dan malam. Mencuci berlebihan merusak lapisan pelindung dan justru memicu produksi minyak sebagai kompensasi. Rp 0
- 2Pakai pembersih yang lembut, bukan yang membuat kulit terasa kencang setelahnya. Rasa kencang itu tanda lapisan pelindungnya terusik. Rp 0
- 3Untuk minyak di siang hari, pakai kertas penyerap - cukup ditempel atau ditekan pelan. Jangan mencuci ulang. Rp 0
- 4Keringkan wajah dengan menepuk, jangan digosok. Gesekan handuk merusak lapisan pelindung permukaan kulit. Rp 0
- 5Karena cuaca panas menambah produksi minyak, sesuaikan juga produkmu dengan cuaca, jangan memakai yang sama sepanjang tahun. Rp 0
- 6Untuk kusamnya, fokus pada menjaga permukaan tetap bersih tanpa mengeringkannya. Sebagian kusam berasal dari minyak yang teroksidasi di permukaan. Rp 0
Rp 36.800
Lihat di Shopee →Cara supaya tidak terulang
Karena mencuci berlebihan justru memicu kompensasi, maka yang perlu diubah adalah frekuensinya. Cukup dua kali sehari, pagi dan malam, dengan pembersih yang lembut. Selebihnya, untuk minyak di siang hari, pakai kertas penyerap minyak - menepuk dengan kertas jauh lebih menolong daripada mencuci ulang. Jangan menggosok wajah keras dengan handuk, karena gesekan merusak sawarnya. Dan untuk kusamnya, ingat bahwa sebagian berasal dari minyak yang teroksidasi di permukaan. Jadi menjaga permukaan tetap bersih tanpa mengeringkannya berlebihan itu lebih menolong daripada menambah produk.
Pertanyaan yang sering muncul
- Kenapa makin sering cuci muka malah makin berminyak?
- Karena merusak lapisan pelindung kulit memicu produksi minyak berlebih sebagai kompensasi. Jadi mencuci berlebihan bukan mengurangi minyak, tapi memicu produksi berikutnya. Cukup dua kali sehari dengan pembersih lembut.
- Kenapa wajah lebih berminyak saat cuaca panas?
- Karena naiknya suhu permukaan kulit menambah aktivitas metabolik kelenjar minyak dan menurunkan kekentalan minyak, sehingga lebih mudah keluar ke permukaan.
- Apa hubungannya minyak dengan wajah kusam?
- Skualena, komponen utama minyak wajah, mudah teroksidasi di permukaan kulit. Produk oksidasinya menumpuk dan dikaitkan dengan hiperpigmentasi. Selain itu, lapisan terluar yang menebal menurunkan tembus cahaya sehingga kulit tampak kusam.
- Kertas penyerap minyak boleh dipakai sesering apa?
- Sesuai kebutuhan, dan itu jauh lebih menolong daripada mencuci ulang. Cukup ditempel atau ditekan pelan, jangan digosok.