Cara Menyimpan Piring Supaya Tidak Menumpuk di Wastafel
Wastafel selalu penuh. Habis makan langsung ditumpuk di wastafel karena tidak ada tempat lain, dan ujungnya baru dicuci besok pagi. Kadang masih lembap dan mulai berbau.
Kenapa ini terjadi
Yang bikin masalah bukan cuma tumpukannya, tapi kelembapan yang terperangkap di antaranya. Standar keamanan pangan menetapkan bahwa setelah dicuci dan disanitasi, alat makan harus dikeringkan dengan udara, bukan dilap dengan kain. Alasannya, kain bisa mencemari kembali permukaan yang barusan dibersihkan. Standarnya juga mengatur cara menyimpannya: alat makan bersih harus berada pada posisi yang memungkinkan air menetes dan udara mengalir bebas, bukan ditumpuk rapat dalam keadaan basah. Perhatikan bahwa aturannya tidak berhenti di 'harus bersih'. Ada kewajiban kedua yang sama pentingnya, yaitu harus kering dan berada dalam posisi yang membuatnya bisa mengering. Itu bukan detail administratif. Permukaan yang sudah bersih tapi masih basah, lalu ditumpuk rapat sehingga airnya tidak punya jalan keluar, justru menciptakan kondisi yang disyaratkan untuk dihindari - lembap, gelap, dan tidak bersirkulasi. Jadi masalahnya bukan kamu malas mencuci. Masalahnya tidak ada tempat yang membuat piring bisa mengering sendiri.
- Setelah dicuci dan disanitasi, alat makan wajib dikeringkan dengan udara, bukan dilap dengan kain: aturan keamanan pangan melarang pengeringan dengan kain karena bisa mencemari kembali permukaan yang sudah bersih. — www.revisor.mn.gov
- Alat makan bersih harus disimpan pada posisi yang memungkinkan air menetes dan udara mengalir bebas, bukan ditumpuk rapat dalam keadaan basah. Sirkulasi udara inilah yang membuat penirisan berfungsi. — law.cornell.edu
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Jangan biarkan piring menumpuk di wastafel sampai besok. Rentang waktu 48 jam itulah yang membuat bedanya pada uji bakteri. Rp 0
- 2Keringkan dengan udara, jangan dilap kain. Standar keamanan pangan melarang pengeringan dengan kain karena bisa mencemari kembali permukaan yang sudah bersih. Rp 0
- 3Simpan piring dalam posisi berdiri atau miring, jangan ditumpuk rapat. Posisi yang memungkinkan air menetes dan udara mengalir bebas. Rp 0
- 4Beri celah antar piring. Yang bikin masalah bukan tumpukannya, tapi kelembapan yang terperangkap di antaranya. Rp 0
- 5Sisakan satu area tetap di dekat wastafel khusus untuk piring yang baru dicuci, supaya tidak menumpuk di dalam baknya. Rp 0
- 6Kalau wastafelnya kecil, pakai ruang vertikal. Rak bertingkat memakai ruang ke atas tanpa menambah lebar. Rp 0
Rp 258.100
Lihat di Shopee →Cara supaya tidak terulang
Yang paling menentukan penataan, bukan kerajinan. Sisakan satu area di dekat wastafel khusus untuk piring yang baru dicuci, dan pastikan posisinya miring supaya air menetes keluar, bukan menggenang di alasnya. Cucup dengan cara yang sama seperti kamu menyimpan: berdiri, dengan celah udara di antara piring. Kalau memang harus ditumpuk karena tempat terbatas, minimal keringkan dengan udara dulu sampai tidak ada air yang menetes. Dan jangan menunda sampai besok pagi kalau bisa dicuci malam, karena rentang waktu 48 jam itulah yang membuat bedanya.
Pertanyaan yang sering muncul
- Kenapa piring yang ditumpuk basah lebih banyak bakterinya?
- Karena kelembapan yang terperangkap di antara tumpukan memberi waktu bagi mikroorganisme berkembang. Pada uji yang diterbitkan, perbedaan signifikan baru terlihat setelah 48 jam - dan tumpukan yang dibiarkan sampai besok pagi masuk rentang itu.
- Boleh dilap pakai kain setelah dicuci?
- Standar keamanan pangan justru melarangnya. Setelah dicuci dan disanitasi, alat makan harus dikeringkan dengan udara, karena kain bisa mencemari kembali permukaan yang baru dibersihkan.
- Kalau ditaruh di rak, apakah aman?
- Aman, selama posisinya miring supaya air menetes keluar dan ada celah udara di antaranya. Yang penting bukan raknya, tapi airnya bisa keluar dan udaranya bisa mengalir.
- Wastafel kecil, tidak muat rak, bagaimana?
- Pilih rak bertingkat yang memakai ruang vertikal, bukan menambah lebar. Yang dibutuhkan cuma area miring tempat air menetes dan udara lewat.