Jerawat yang Muncul dari Kuas Makeup yang Jarang Dicuci
Jerawat muncul di area yang sama terus, padahal skincare-nya tidak berubah dan makanannya juga tidak. Sudah ganti produk, tetap saja. Yang tidak pernah kepikiran: kuas dan spons makeup yang dipakai tiap hari.
Kenapa ini terjadi
Kuas dan spons makeup itu tempat berkembang biak mikroba, dan angkanya cukup mencengangkan. Pada penelitian yang diterbitkan Journal of Applied Microbiology, sekitar 79 sampai 90 persen produk kosmetik yang sudah dipakai terkontaminasi bakteri. Beban bakterinya berkisar ratusan sampai ribuan per mililiter untuk produk biasa, tapi spons pemulas makeup rata-rata membawa lebih dari satu juta per mililiter. Di alat itu terdeteksi Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Citrobacter freundii. Jadi spons makeup bukan sekadar kotor - beban bakterinya ribuan kali lebih tinggi daripada produk kosmetiknya sendiri. Hubungannya dengan jerawat juga bukan dugaan. Akademi Dermatologi Amerika menyatakan langsung bahwa kuas dan spons yang kotor dapat memicu jerawat, ruam, dan infeksi kulit. Ini menjelaskan pola yang sering bikin bingung: jerawat di area yang sama berulang, padahal produknya tidak pernah berubah. Yang berubah bukan produknya, tapi apa yang menempel di alatnya. Dan soal frekuensinya, ada patokan yang jelas: kuas makeup sebaiknya dicuci setiap 7 sampai 10 hari, sedangkan spons pemulas justru setiap kali selesai dipakai.
- Spons pemulas makeup rata-rata membawa beban bakteri lebih dari sejuta CFU per ml, jauh lebih tinggi daripada produk kosmetik lain yang hanya ratusan sampai ribuan. Pada alat ini terdeteksi Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Citrobacter freundii. — pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
- Kuas dan spons makeup yang kotor dapat memicu jerawat, ruam, dan infeksi kulit - inilah mekanisme mengapa kulit berjerawat padahal penyebabnya tidak disadari. — www.aad.org
- Dermatologi menganjurkan mencuci kuas makeup setiap 7-10 hari untuk melindungi kulit dan membunuh bakteri berbahaya yang menempel. — www.aad.org
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Pisahkan alat berdasarkan jenisnya: spons pemulas dibersihkan setiap kali selesai dipakai, kuas cukup setiap 7 sampai 10 hari. Rp 0
- 2Basahi bulu kuas dengan air hangat, jangan air panas. Air panas merusak lem perekat bulunya. Rp 0
- 3Beri sabun lembut, lalu gosok pelan di telapak tangan dengan gerakan memutar. Jangan ditarik atau dipelintir, karena bulunya bisa lepas. Rp 0
- 4Bilas sampai air yang keluar benar-benar bening. Sisa sabun yang tertinggal bisa mengiritasi kulit. Rp 0
- 5Keringkan dengan bulu menghadap ke bawah atau mendatar. Jangan berdiri dengan bulu ke atas, karena air masuk ke pangkal dan merusak lemnya. Rp 0
- 6Jangan menyimpan kuas di dalam wadah tertutup selagi masih lembap. Sirkulasi udara membuatnya kering merata. Rp 0
Rp 341.100
Lihat di Shopee →Cara supaya tidak terulang
Pisahkan berdasarkan jenisnya, karena aturannya memang berbeda. Spons pemulas dipakai basah dan menyerap produk jauh lebih banyak, jadi dia yang paling cepat jadi sarang - bersihkan setiap kali selesai dipakai. Kuas cukup setiap 7 sampai 10 hari. Saat membersihkan, pakai air hangat dan sabun lembut, gosok pelan di telapak tangan dengan gerakan memutar, lalu bilas sampai airnya bening. Keringkan dengan posisi bulunya menghadap ke bawah atau mendatar, jangan berdiri dengan bulu menghadap ke atas, karena air akan masuk ke pangkalnya dan merusak lem serta memicu pertumbuhan mikroba di dalam.
Pertanyaan yang sering muncul
- Seberapa sering kuas harus dicuci?
- Akademi Dermatologi Amerika menganjurkan setiap 7 sampai 10 hari untuk kuas makeup. Sedangkan spons pemulas makeup justru harus dibersihkan setiap kali selesai dipakai, karena dia menyerap produk jauh lebih banyak.
- Bisa tidak pakai pembersih khusus?
- Bisa pakai sabun lembut dan air hangat. Yang penting dibilas sampai airnya bening, karena sisa sabun di bulu kuas bisa mengiritasi kulit.
- Kenapa spons lebih parah daripada kuas?
- Karena spons dipakai dalam keadaan basah dan menyerap produk, jadi kelembapan dan sisa produknya tinggal di dalam. Pada penelitian, spons pemulas membawa beban bakteri lebih dari satu juta per mililiter, jauh di atas produk kosmetik biasa.
- Kalau kuasnya sudah lama tidak dicuci, apakah masih bisa dipakai?
- Cuci dulu sebelum dipakai lagi. Kalau bulunya sudah rontok banyak, keras, atau berbau, lebih baik diganti - permukaan yang rusak lebih sulit dibersihkan.