Cara Membersihkan Botol Minum dan Gelas Tinggi Sampai ke Dasarnya
Botol minum yang dipakai tiap hari itu, kalau dicuci cuma dikasih air dan dikocok, bagian dasarnya tetap licin. Gelas tinggi juga sama, tangan tidak bisa masuk, spons tidak sampai. Kadang terasa masih bau walau sudah dibilas berkali-kali.
Kenapa ini terjadi
Yang bikin botol minum perlu perhatian lebih itu bukan airnya, tapi permukaan dalamnya. Permukaan botol berulang mengalami adhesi mikroba yang berkembang jadi biofilm, yaitu koloni mikroba yang membungkus diri dalam matriks yang mereka produksi sendiri dan menempel erat di permukaan padat. Karena itu botol bisa jadi tempat berkumpulnya berbagai bakteri dan jamur, bukan sekadar saluran air lewat. Botol yang dipakai berulang hampir selalu dalam keadaan lembap, dan lembap itu medium yang pas untuk bakteri bertahan hidup, apalagi kalau botolnya dibiarkan di suhu ruang dalam waktu lama. Masalahnya, bentuk botol menentukan seberapa jauh pembersih bisa menjangkau: ada botol bermulut lebar yang mudah dibersihkan, tapi ada yang bukaannya hanya sekitar satu inci sehingga bagian dalamnya sulit dijangkau. Masuk ke mesin cuci piring pun belum tentu cukup, karena tidak semua botol boleh dicuci di situ, dan diameter mulutnya belum tentu membuat air dan sabun masuk dengan tekanan yang memadai.
- Permukaan botol minum berulang mengalami adhesi mikroba yang bisa berkembang menjadi biofilm, yaitu koloni mikroba yang membungkus diri dalam matriks ekstraseluler dan menempel erat pada permukaan padat, sehingga botol bisa menjadi reservoir bakteri dan jamur. — pmc.ncbi.nlm.nih.gov
- Botol minum yang dipakai berulang selalu dalam keadaan lembap dan menyediakan medium yang optimal bagi bakteri untuk bertahan hidup dan berkembang biak, terlebih karena dibiarkan di suhu ruang dalam waktu lama. — www.sciencedirect.com
- Bukaan botol yang hanya sekitar satu inci membuat bagian dalam sulit dibersihkan, dan diameter mulut botol bisa membuat air serta deterjen tidak masuk dengan tekanan yang cukup untuk melapisi seluruh permukaan dalam. — www.foodprotection.org
Coba dulu cara ini — bahannya sudah ada di rumah
- 1Bongkar dulu semuanya: tutup, seal karet, sedotan, dan badan botolnya. Bagian yang tidak dibongkar tidak akan pernah benar-benar kering. Rp 0
- 2Bilas dengan air hangat, jangan air mendidih. Air hangat melarutkan sisa minuman manis lebih cepat, sementara air mendidih bisa membuat plastik berubah bentuk. Rp 0
- 3Beri sabun sedikit saja, lalu sikat bagian dasar dulu, bukan bagian mulutnya. Bagian dasar itu yang paling sering terlewat dan paling licin. Rp 0
- 4Pilih sikat yang bisa masuk sampai dasar. Untuk gelas tinggi dan termos, sikat berbulu panjang lebih tepat daripada spons, karena spons berhenti di tengah jalan. Rp 0
- 5Sikat bagian ulir dan seal karet dengan sikat kecil. Dua bagian itu paling sering luput, padahal di situ sisa minuman menumpuk dan bikin bau. Rp 0
- 6Bilas sampai tidak ada busa yang tersisa, lalu keringkan terbalik di rak. Jangan ditutup sebelum benar-benar kering. Rp 0
Rp 24.376
Lihat di Shopee →Cara supaya tidak terulang
Kuncinya dua: jangkau sampai dasar, dan jangan biarkan lembap. Cuci botol setiap hari kalau dipakai setiap hari, bukan menunggu bau. Setelah dicuci, keringkan terbalik di rak sampai benar-benar kering sebelum ditutup, karena botol yang ditutup dalam keadaan masih basah itu justru tempat paling nyaman buat bakteri. Khusus untuk gelas tinggi, sikat berbulu panjang lebih bisa diandalkan daripada spons, karena spons tidak akan sampai ke dasar.
Pertanyaan yang sering muncul
- Botolnya sudah tidak bau, apakah masih perlu disikat?
- Perlu. Bau itu penanda yang datang belakangan. Biofilm bisa terbentuk tanpa kamu mencium apa pun, karena lapisannya menempel di permukaan, bukan larut di air.
- Boleh dicuci di mesin cuci piring saja?
- Kalau botolnya memang aman untuk mesin cuci piring, boleh. Tapi perhatikan diameter mulutnya. Kalau bukaannya sempit, air dan sabun belum tentu masuk dengan tekanan yang cukup untuk menyapu seluruh permukaan dalam.
- Berapa sering harus diganti botolnya?
- Tidak ada patokan pasti. Tapi kalau sudah banyak goresan di dalam dan tetap terasa licin walau sudah disikat, itu tandanya sudah waktunya ganti.
- Sikat apa yang aman untuk botol plastik?
- Sikat berbulu lembut. Bulu yang keras bisa menggores permukaan plastik, dan permukaan yang tergores justru lebih sulit dibersihkan berikutnya karena sisa kotoran bisa terselip di goresan itu.